Kapal yang ada di dalam foto tersebut adalah MAERSK TAHITI, sebuah kapal tanker pengangkut minyak dan produk kimia (Chemical/Oil Products Tanker) berbobot mati sekitar 49.835 DWT yang dibangun pada tahun 2016.
Lilin Tua
-------
Berikut adalah penjelasan detail mengenai sistem penggerak utama kapal unik ini:
1. Sistem Penggerak Utama (Main Propulsion)
Seperti kapal niaga modern pada umumnya, penggerak utama (primary propulsion) dari MAERSK TAHITI tetap mengandalkan mesin diesel konvensional berukuran besar yang memutar poros baling-baling tunggal di bagian buritan kapal.
Mesin ini membakar bahan bakar minyak (seperti Marine Gas Oil atau Heavy Fuel Oil) untuk memberikan tenaga dorong utama saat berlayar di segala kondisi cuaca.
2. Sistem Penggerak Tambahan Berbasis Angin (Wind-Assisted Propulsion)
Hal paling ikonik dan menarik dari kapal ini adalah empat tiang silinder putih tegak yang terpasang di atas deknya. Tiang-tiang tersebut merupakan sistem Wind-Assisted Propulsion System (WAPS) atau penggerak bantu berbasis angin modern.
* Teknologi yang Digunakan: Tiang tersebut adalah teknologi eSAIL® Suction Sail (layar isap) yang dikembangkan oleh perusahaan Spanyol bernama bound4blue.
* Cara Kerjanya:
Berbeda dengan layar kain tradisional atau Rotor Sail (layar putar Magnus), teknologi suction sail ini bekerja seperti sayap pesawat terbang yang dipasang vertikal.
Di dalam tiang terdapat sistem mekanis otomatis yang menyedot udara melintasi permukaan aerodinamis tiang.
Proses pengisapan udara ini menciptakan perbedaan tekanan ekstrem, menghasilkan gaya angkat (lift force) hingga 7 kali lebih besar dari layar kaku biasa. Gaya angkat inilah yang berubah menjadi energi dorong tambahan bagi kapal.
* Tujuan & Keunggulan:
Layar otomatis ini bekerja secara mandiri mendeteksi arah angin tanpa mengganggu ruang kargo di bawah dek. Dengan memanfaatkan tenaga angin gratis ini, beban kerja mesin diesel utama kapal menjadi berkurang secara signifikan. Hasilnya, kapal dapat menghemat konsumsi bahan bakar hingga persentase dua digit, memangkas emisi karbon dioksida (CO2), dan meningkatkan peringkat efisiensi energi kapal sesuai regulasi maritim internasional terbaru.
Main Engine
--------------------
Mesin Penggerak Utama (Main Engine) yang dipasang di kapal MAERSK TAHITI (sebelumnya bernama Maersk Tangier) adalah mesin buatan pabrikan terkemuka MAN Energy Solutions (MAN B&W).
Spesifikasi teknis model mesin yang digunakan adalah MAN B&W 6G50ME-B9, yaitu mesin diesel 2-tak (two-stroke) dengan konfigurasi 6 silinder.
Berikut adalah detail status teknologi mesin tersebut :
1. Standar Emisi (Apakah Tier 3?)
Secara bawaan pabrik saat dibangun tahun 2016, mesin seri ME-B konvensional ini memenuhi standar IMO Tier II.
Kapal ini belum langsung mengadopsi standar komparatif Tier III pada mesin utamanya sejak awal, karena regulasi Tier III (yang memangkas emisi Nitrogen Oksida (NOx) hingga 80% secara wajib baru berlaku ketat di area Emission Control Areas (ECA) untuk kapal-kapal yang dipasang mesinnya setelah Januari 2016. Namun, pemasangan sistem teknologi eSAIL® berbasis angin pada tahun 2026 ini sengaja dilakukan untuk membantu kapal memenuhi ambang batas efisiensi energi (EEXI/CII) terbaru yang setara atau bahkan lebih baik dalam hal pengurangan jejak karbon global.
2. Penggunaan Sistem EGCS (Exhaust Gas Cleaning System / Scrubber)
Kapal ini tidak menggunakan EGCS (Scrubber) konvensional untuk membersihkan sulfur. Strategi kepatuhan lingkungan yang dipilih oleh Maersk Tankers pada kapal generasi ini adalah dengan membakar bahan bakar rendah sulfur yang ramah lingkungan seperti ULSFO / VLSFO (Very Low Sulphur Fuel Oil) saat memasuki area ketat, alih-alih memasang tabung scrubbing pembersih emisi gas buang yang besar dan memakan ruang di dalam corong cerobong kapal (funnel).
3. Jenis Mesin (Apakah Dual-Fuel / DF Engine?)
Mesin ini bukan jenis Dual-Fuel (bukan DF Engine). Mesin MAN B&W seri ME-B murni merupakan mesin diesel mekanis yang dikontrol secara elektronik untuk mengoptimalkan pembakaran minyak solar kapal (marine fuel oil), dan tidak dirancang untuk membakar bahan bakar gas seperti LNG (Liquefied Natural Gas) atau Methanol (jika mesin Dual-Fuel milik MAN biasanya diberi kode seri ME-GI atau ME-LGIM).
Kombinasi antara mesin diesel konvensional handal pabrikan MAN dan tambahan dorongan mekanis ramah lingkungan dari 4 tiang layar isap bound4blue inilah yang diadopsi untuk memodernisasi kapal tanker ini menjadi armada masa depan yang rendah emisi.

Komentar